Konsep-Konsep Dasar Sejarah
Pendahuluan
Sejarah
(bahasa Yunani: ἱστορία, historia, yang berarti
"penyelidikan dan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian")
adalah studi tentang peristiwa masa lalu, khususnya bagaimana kaitannya dengan kehidupan
manusia. Dalam arti sempit, sejarah adalah segala sesuatu yang terjadi di masa
lampau. Sebagai sebuah ilmu, sejarah adalah pengetahuan yang tersusun secara
sistematis tentang berbagai kejadian atau peristiwa pada masa lampau dalam
kehidupan manusia yang dipelajari melalui berbagai sumber dan bukti, baik
berupa tulisan maupun benda-benda atau monumen-monumen. Singkatnya, sejarah
adalah segala sesuatu yang telah dialami oleh manusia pada masa lalu, yang
dapat dipelajari melalui bikti-bukti tertulis maupun tidak tertulis. Para
sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah atau sejarawan. Peristiwa yang terjadi sebelum
catatan tertulis disebut prasejarah.
Sejarah
juga dapat mengacu pada bidang akademis
yang menggunakan narasi untuk memeriksa dan menganalisis
urutan peristiwa masa lalu, dan secara objektif menentukan pola sebab dan
akibat yang menentukan mereka. Ahli sejarah terkadang memperdebatkan sifat sejarah
dan kegunaannya dengan membahas studi tentang ilmu sejarah sebagai tujuan itu
sendiri dan sebagai cara untuk memberikan "pandangan" pada
permasalahan masa kini.
Cerita
umum untuk suatu budaya tertentu, tetapi tidak didukung oleh pihak luar
biasanya diklasifikasikan sebagai warisan budaya atau legenda,
karena mereka tidak mendukung "penyelidikan tertarik" yang diperlukan
dari disiplin sejarah. Herodotus, abad ke-5 SM ahli
sejarah Yunani dalam
masyarakat Barat dianggap sebagai "bapak sejarah", dan, bersama
dengan kontemporer Thucydides, membantu membentuk dasar bagi studi
modern sejarah manusia. Kiprah mereka terus dibaca hari ini dan kesenjangan
antara budaya Herodotus dan Thucydides militer yang berfokus tetap menjadi
titik pertikaian atau pendekatan dalam penulisan sejarah modern.
Pengaruh
kuno telah membantu penafsiran varian bibit sifat sejarah yang telah berkembang
selama berabad-abad dan terus berubah hari ini. Studi modern sejarah mulai
meluas, dan termasuk studi tentang daerah tertentu dan studi topikal tertentu
atau unsur tematik dalam penyelidikan sejarah. Seringkali sejarah diajarkan sebagai
bagian dari pendidikan dasar dan menengah, dan studi akademis sejarah adalah ilmu
utama dalam penelitian
di Universitas.
Etimologi
Kata
sejarah secara harfiah berasal
dari kata Arab (شجرة: šyajaratun) yang
artinya pohon.
Sebuah pohon pasti memiliki cabang-cabang yang saling berhubungan. Dari
hubungan-hubungan tersebut kita dpat menelusuri dari mana cabang-cabang
itu berasal (daun, ranting, cabang,
batang, hingga akar). Cabang-cabang yang saling berhubung tersebut kemudian
mengilhami pembuatan silsilah atau kronologi untuk memudahkan penelusuran
sebuah peristiwa. Dengan demikian, melalui sejarah, seseorang dapat menulusuri
dan mengetahui kronologi dan detail suatu peristiwa masa lalu dari berbagai bukti
yang ada di masa kini.
Kata
Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu
atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang
berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte
yang berarti sudah terjadi. Dalam
istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam
literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu,
banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal, dalam bahasa Yunani
historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie,
bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi,
dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.
Pengertian
Sejarah Menurut Para Ahli
·
Mohammad
Yamin
Sejarah
adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa
peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.
·
Roeslan
Abdulgani
Ilmu
sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki
secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa
lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara
kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan
perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah
proses masa depan.
·
Ibnu
Khaldun
Sejarah
didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban
manusia yang terjadi pada watak/ sifat masyarakat itu.
·
H.W.
Walsh
Sejarah
itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia.
Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di
masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.
·
Patrick
Gardiner
Sejarah
adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan
sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala
peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan
umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu
peristiwa yang abadi, unik, dan penting. Peristiwa yang abadi merupakan peristiwa
sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa dan peristiwa yang
unik merupakan peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang
persis sama untuk kedua kalinya sedangkan peristiwa yang penting merupakan peristiwa
sejarah mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.
Sejarah dari
berbagai Sudut Pandang
1.
Sejarah
sebagai peristiwa
Sejarah
sebagai peristiwa diartikan sebagai peristiwa masa lampau manusia yang
benar-benar terjadi, sehingga hanya terjadi satu kali saja, yaitu pada saat kejadiannya
sedang berlangsung, sehingga tidak mungkin terjadi lagi pada masa-masa
selanjutnya. Kejadian masa lampau tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengetahui dan
merekonstruksi kehidupan pada masa tersebut. Dari peristiwa-peristiwa itu,
dapat diketahui sebab akibat terjadinya suatu peristiwa. Tanpa memandang besar
kecilnya suatu peristiwa atau kejadian-kejadian dalam ruang lingkup kehidupan
manusia, ilmu sejarah berusaha menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi dalam
ruang lingkup kehidupan manusia sejak dahulu sampai sekarang, bahkan prediksi
kejadian yang akan datang.
Ciri utama dari sejarah sebagai peristiwa
adalah sebagai berikut.
·
Abadi
Sebuah peristiwa yang sudah terjadi dan tidak akan
berubah ataupun diubah. Oleh karena itulah maka peristiwa tersebut atas tetap
dikenang sepanjang masa.
·
Unik
Peristiwa itu hanya terjadi satu kali. Peristiwa tersebut
tidak dapat diulang jika ingin diulang tidak akan sama.
·
Penting
Peristiwa yang terjadi mempunyai banyak arti bagi
seseorang bahkan dapat pula menentukan kehidupan orang banyak.
Tidak semua peristiwa dapat dikatakan
sebagai sejarah. Sebuah kenyataan sejarah dapat diketahui melalui bukti-bukti
sejarah yang dapat menjadi saksi terhadap peristiwa yang telah terjadi. Agar
sebuah
peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah maka harus memenuhi persyaratan
berikut ini.
Ø Peristiwa
tersebut berhubungan dengan kehidupan manusia baik sebagai individu maupun
kelompok.
Ø Memperhatikan
dimensi ruang dan waktu (kapan dan dimana).
Ø Peristiwa
tersebut dapat dikaitkan dengan peristiwa yang lain.
Ø Adanya
hubungan sebab-akibat dari peristiwa tersebut baik karena faktor dari dalam
maupun dari luar peristiwa tersebut.
Ø Peristiwa
sejarah yang terjadi merupakan sebuah perubahan dalam kehidupan dari berbagai
aspek kehidupan seperti politik, sosial, ekonomi, dan budaya.
2. Sejarah sebagai kisah
Membicarakan
sejarah sebagai kisah tidak lepas dari peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi
pada masa lampau. Sejarah sebagai kisah adalah hasil karya, cipta, dan
penelitian berbagai ahli yang kemudian menulisnya. Penulisan
yang dapat dipertanggungjawabkan harus melalui penafsiran yang mendekati
kebenaran peristiwa yang terjadi. Sementara itu, untuk merekonstruksi kisah
sejarah harus mengikuti metode analisis serta pendekatan tertentu. Dengan kata
lain, sejarah sebagai kisah adalah kejadian masa lalu yang diungkapkan kembali
berdasarkan penafsiran dan interpretasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam
penyusunan sejarah sebagai kisah, para sejarawan menggunakan dasar jejak-jejak
yang ditinggalkan oleh sejarah sebagai peristiwa. Jejak-jejak sejarah yang
berisi kehidupan rangkaian peristiwa atau kejadian dalam lingkup kehidupan
manusia menjadi sumber penting dalam penulisan kisah sejarah.
Faktor
yang harus diperhatikan dan mempengaruhi dalam melihat sejarah sebagai kisah,
adalah sebagai berikut
ü Kepentingan
yang diperjuankan
Faktor kepentingan dapat terlihat dalam cara seseorang
menuliskan dan menceritakan kisah/peristiwa sejarah. Kepentingan tersebut dapat
berupa kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok.
ü Perbendaharaan
Pengetahuan
Pengetahuan dan latar belakang kemampuan ilmu yang
dimiliki penulis sejarah juga mempengaruhi kisah sejarah yang disampaikan.
Hal
tersebut dapat terlihat dari kelengkapan kisah yang akan disampaikan, gaya
penyampaian, dan interpretasinya atas peristiwa sejarah yang akan dikisahkan.
ü Kemampuan
Bahasa
Pengaruh kemampuan bahasa seorang penutur/pencerita
sejarah sebagai kisah terlihat dari hasil rekonstruksi penuturan kisah sejarah.
Hal ini akan sangat bergantung pada kemampuan bahasa si penutur kisah sejarah.
3.
Sejarah
sebagai ilmu dan seni
Sejarah dikatakan sebagai ilmu karena merupakan
pengetahuan masa lampau yang disusun secara sistematis dengan metode kajian
secara ilmiah untuk mendapatkan kebenaran mengenai peristiwa masa lampau. Sejarah
sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
v Empiris:
Diperoleh melalui penemuan dan pengamatan yang dilakukan berdasarkan
fakta-fakta sejarah yang ada.
v Mempunyai
2 objek, yaitu objek material dan formal. Objek material meliputi manusia dan
objek formal meliputi aktivitas manusia yang pernah terjadi dalam suatu rentang
waktu di masa lampau.
v Memiliki
teori yang meliputi kaidah-kaidah pokok sebagai suatu ilmu, seperti teori
kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia, teori masuknya agama hindu-buddha
dan islam di Indonesia, dan lain-lain.
v Metode:
Sejarah mempunyai metode tersendiri dalam penelitiannya maupun penulisanya yang
meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Sejarah
sebagai seni maksudnya menulis sebuah kisah peristiwa sejarah tidaklah mudah,
karena memerlukan imajinasi dan seni. Selain itu, penulisan
kisah sejarah harus menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, menarik, dan
isinya mudah dimengerti. Dengan demikian, diperlukan seni dalam penulisan
sejarah sehingga tercipta suatu peristiwa sejarah yang dapat dipelajari secara
urut, lengkap, menarik, dan tidak membosankan. Oleh karena itu, seorang
sejarawan harus bersedia menjadi ahli seni untuk menghidupkan kembali kisah
kehidupan di masa lalu, masa sekarang, dan yang akan datang. Dengan demikian
selain elemen ilmiah sejarah juga mengandung elemen seni.
Fungsi
Ilmu Sejarah
·
Sejarah
Sebagai Pelajaran
Sejarah memberikan pelajaran, seringkali
kita mendengar ucapan” belajarlah dari sejarah”. Dengan mempelajari sejarah seseorang
atau suatu bangsa, akan bercermin dan menilai peristiwa-peristiwa masa lampau
yang merupakan keberhasilan/prestasi dan peristiwa-peristiwa masa lampau yang
merupakan kegagalan. Peristiwa-peristiwa sejarah pada masa lampau, baik yang
positif maupun negatif dijadikan hikmah. Untuk nilai-nilai positif yakni
keberhasilan-keberhasilan kita pertahankan dan kita tingkatkan, sebaliknya
untuk nilai-nilai negatif, kesalahan-kesalahan masa silam tidak terulang lagi.
Dengan ini jelas bahwa sejarah memberikan pelajaran yang dapat memberikan
kearifan dan kebijaksanaan bagi yang mempelajarinya.
·
Sejarah
Sebagai Inspirasi
Inspirasi berarti memberikan ilham atau
semangat yang berkaitan dengan pelajaran sejarah tentang semangat nasionalisme
dan patriotisme. Dapat juga dikatakan sejarah berfungsi untuk menumbuhkan
semangat nasionalisme, cinta bangsa dan tanah air. Fungsi sejarah ini
sangat disadari terutama dalam hal yang disebut nation building misalnya ingin melestarikan nilai-nilai perjuangan
1945 seperti persatuan dan kesatuan, rela berkorban, berjuang tanpa pamrih,
semangat gotong royong dan sebagainya. Dengan demikian, belajar sejarah akan
memperkukuh rasa kebangsaan, cinta bangsa, dan tanah air.
·
Sejarah
Memberikan Kesadaran Waktu
Kesadaran
waktu yang dimaksud adalah kehidupan dengan segala perubahan, pertumbuhan, dan
perkembangannya terus berjalan melewati waktu. Kesadaran itu dikenal juga
sebagai kesadaran akan adanya gerak sejarah. Kesadaran tersebut memandang
peristiwa-peristiwa sejarah sebagai sesuatu yang terus bergerak dari masa silam
bermuara ke masa kini dan berlanjut ke masa depan.
Waktu terus
berjalan pada saat seorang atau suatu bangsa mulai menjadi tua dan digantikan
oleh generasi berikutnya. Bahkan waktu terus berjalan pada saat seseorang atau
suatu bangsa hanya bersenang-senang dan bermalas-malasan, atau sebaliknya,
seseorang atau suatu bangsa sedang membuat karya-karya besar. Dengan memiliki
kesadaran sejarah yang baik, seseorang akan senantiasa berupaya mengukir
sejarah kehidupannya sebaik-baiknya.
Karakteristik
Sejarah
Unsur terpenting dari sejarah adalah
kejadian masa lalu, maka yang menjadi konsep dasar sejarah adalah waktu (time), ruang (space), kegiatan manusia (human
activities), perubahan (change)
dan kesinambungan (continuity).
Adapun karakteristik dari ilmu sejarah diantaranya adalah:
a. Sejarah
terkait dengan peristiwa masa lampau sehingga materi pokok pembelajaran sejarah
adalah produk masa kini dalam bentuk rekontruksi peristiwa peristiwa masa
lampau berdasarkan sumber-sumber yang ada.
b. Bersifat
kronologi. Maksudnya dalam mengorganisasikan materi pembelajaran harus berdasarkan
urutan waktu kejadian.
Dalam sejarah terdapat 3 unsur pokok,
yaitu manusia, ruang dan waktu. Oleh karena itu, sejarah erat hubungannya
dengan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan what
(apa), who (siapa), when (kapan), where (dimana), why
(mengapa), dan how (bagaimana). Roeslan
Abdul Ghani mengatakan bahwa ilmu sejarah ibarat penglihatan terhadap tiga
dimensi, yaitu pertama penglihatan ke masa silam, kedua ke masa sekarang dan
ketiga ke masa depan (to study history is
to study the past to built the better future).
Perspektif waktu dalam sejarah adalah
waktu lampau yang terus berkesinambungan, dimana waktu dilihat sebagai sebuah
garis linier (lurus) . dengan demikian sejarah di lihat sebagai sebuah sebuah
proses yang terus berjalan dari masa lampau - masa kini - masa yang akan
datang. Sejarah merupakan prinsip sebab akibat antara fakta yang satu dengan
yang lainnya, antara peristiwa yang satu dengan lainnya merupakan sebuah
rangkaian yang tidak terpisah-pisah, peristiwa sejarah yang satu di akibatkan
atau disebabkan oleh peristiwa sejarah yang lain.
Hubungan
Sejarah dengan Ilmu Sosial Lainnya
Hubungan
Sejarah dengan Ilmu Politik
Ilmu politik dalam perkembangannya
sangat dibantu oleh Sejarah dan Filsafat. Dua kajian ini turut mengembangkan
kajian ilmu politik baik dari segi pencarian konsepsi fundamental maupun
penelusuran titik-titik penemuan data dan fakta dan masa-masa sebelumnya. Dalam
buku pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah Sartono menuliskan
“Politik adalah sejarah masa kini dan sejarah adalah politik masa lampau.
Sejarah identik dengan politik, sejauh keduanya menunjukkan proses yang
mencakup keterlibatan para aktor dalam interaksi dan peranannya dalam usaha
memperoleh apa, kapan dan bagaimana.”
Hubungan
Sejarah dengan Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi dan Sejarah itu sama-sama termasuk
kedalam ilmu sosial, yaitu ilmu yang membahas interaksi manusia dan
lingkungannya. itulah kenapa di SMP, pelajaran ekonomi dan sejarah itu
digabung. karena berasal dari rumpun ilmu yang sama, terkadang materinya pun
berkaitan bahkan terkadang tumpang-tindih. Misalnya, pada materi perdagangan
internasional, di sejarah juga ada. di
sejarah disebutkan bahwa bangsa eropa pergi ke indonesia utk mencari
rempah-rempah. Dengan belajar dari masa lalu (sejarah) kita juga dapat belajar
supaya perekonomian dapat lebih baik.
Banyak kebijakan pemerintah kolonial di masa lalu yang
dilandasi oleh kepentingan ekonomi. Misalnya, untuk memahami sejarah
perdagangan rempah-rempah di Nusantara pada abad ke XVI sampai abad XVIII ,maka
tidak dapat dipisahkan dari peran kongsi dagang Hindia Belanda Timur yakni VOC (
Verenigde Oost Indische Compagnie).
Hubungan Sejarah dengan Ilmu Antropologi
Antropologi sebagai salah satu dari ilmu sosial
memiliki kaitan dan sumbangan kepada ilmu sejarah begitu juga sebaliknya. Dalam
penulisan sejarah, sejarawan tidak jarang menggunakan teori dan konsep ilmu
sosial lain, termasuk antropologi. Sejarawan banyak meminjam konsep antropologi
diantaranya ialah, simbol, sistem kepercayaan, folklore, tradisi besar, tradisi
kecil, enkulturasi, inkulturasi, primitif, dan agraris. Sementara itu,
sumbangan Ilmu sejarah terhadap antropologi adalah, sejarah sebagai kritik,
permasalahan sejarah, dan pendekatan sejarah.
Titik temu antara Antropologi budaya dan sejarah
sangatlah jelas. Keduanya mempelajari tentang manusia. Bila sejarah
menggambarkan kehidupan manusia dan masyarakat pada masa lampau, maka gambaran
itu juga mencakup unsur-unsur kebudayaannya. Unsur-unsur itu antara lain,
kepercayaan, mata pencaharian, dan teknologi. Hasil rekonstruksi yang memadukan
antara sejarah dan antropologi menghasilkan karya sejarah kebudayaan.
Hubungan Sejarah Dengan Ilmu Sosiologi
Sosiologi merupakan ilmu
yang mempelajari tentang masyarakat dan aspek-aspek dinamis yang ada
didalamnya, secara tidak langsung kita dapat menemukan bahwa objek kajian
antara sosiologi dan sejarah tidak jauh berbeda, namun sejarah membatasinya
dengan konsep ruang dan waktu. Sebagai sesama ilmu sosial yang kajiannya tidak
jauh berbeda maka tidak sulit kita menemukan hubungan-hubungan keilmuan antara
sejarah dan sosiologi Pada beberapa dasawarsa terakhir ini banyak sekali
hasil-hasil penelitian sosiologi berupa studi sosiologis yang memfokuskan
studinya pada gejala-gejala sosial yang terjadi dimasa lampau (Supardan,
2008:325). Dengan memasukkan konsep ruang tadi maka dapat kita lihat bahwa
kajian tersebut jelas menggunakan beberapa konsep dari sejarah untuk menjelaskan
studi tersebut.
Sejarawan juga terkadang
melakukan pendekatan sosilogis dalam melakukan penlitian, bahkan biasanya
dikatakan mulai terdapat kecendrungan penulisan sejarah, dari yang bersifat
konvensional dan naratif kepada penulisan sejarah dengan kompleksitas tinggi,
dimana sejarah dan ilmu-ilmu sosial lainnya saling berketergantungan dalam
melakukan sebuah pembahasan masalah.
Klasifikasi
Karena
lingkup sejarah sangat besar, perlu klasifikasi yang baik untuk memudahkan
penelitian. Bila beberapa penulis seperti H.G. Wells,
Will Durant, dan Ariel Durant menulis sejarah dalam lingkup umum,
kebanyakan sejarawan memiliki keahlian dan spesialisasi masing-masing.
Ada
banyak cara untuk memilah informasi dalam sejarah, antara lain:
- Berdasarkan
kurun waktu (kronologis).
- Berdasarkan
wilayah (geografis).
- Berdasarkan
negara (nasional).
- Berdasarkan
kelompok suku bangsa (etnis).
- Berdasarkan
topik atau pokok bahasan (topikal).
Dalam pemilahan tersebut, harus diperhatikan bagaimana
cara penulisannya seperti melihat batasan-batasan temporal dan spasial tema itu
sendiri. Jika hal tersebut tidak dijelaskan, maka sejarawan mungkin akan
terjebak ke dalam falsafah ilmu lain.
Dasar-Dasar
Penulisan Sejarah
1.
Metode
Penelitian dan Penulisan Sejarah
a. Heuristik
Kata Heuristik berasal dari bahasa
yunani, yaitu heursken (menemukan). Dalam
penelitian sejarah, heuristik berarti langkah-langkah untuk mencari dan
mengumpulkan berbagai sumber sejarah. Untuk mendapatkan sumber tersebut dapat
dilakukan dengan cara mencari dokumen-dokumen sejarah, mengunjungi situs
sejarah, mengujungi museum dan perpustakaan, dan mewawancarai para pelaku atau saksi sejarah.
b. Verifikasi
Berbagai sumber sejarah yang telah
dikumpulkan belum tentu semuanya dapat diterima, langkah berikutnya adalah
menyeleksi atau menguji kebenaran dari sumber-sumber tesebut, langkah itu
dinamakan verifikasi. Verifikasi terbagi atas verifikasi intern dan
ekstern. Verifikasi ekstern adalah verifikasi terhadap keaslian sumber
sejarah diantaranya dapat dilakukan dengan berdasarkan kepada tipologi
(menentukan usia berdasarkan tipe dari benda budaya), stratifikasi (menentukan
umur relatif suatu benda berdasarkan pada lapisan tanah dimana benda budaya
tersebut ditemukan ), dan kimiawi (menentukan ketuaan benda berdasarkan pada
unsur kimia yang terkandung).
Verifikasi intern adalah langkah
penyeleksian terhadap isi (materi) dari sumber sejarah (seperti isi prasasti,
isi naskah/ dokumen, dll) atau langkah terhadap validitas isi (materi) sumber
sejarah. Misalnya sebuah kitab kuno baru dapat di percaya kebenarannya apabila
ada keterangan dari beberapa prasasti, atau catatan sejarah yang mendukungnya.
Sumber sejarah yang telah terseleksi melalui verifikasi itulah disebut dengan
fakta.
c.
Interpretasi
Berbagai fakta sejarah yang telah
didapatkan kemudian dirangkai sehingga mempunyai bentuk dan struktur untuk
direkrontruksi. Dalam proses inilah di perlukan interpretasi, yaitu penafsiran
terhadap fakta-fakta sejarah. Dalam menafsirkan suatu fakta mutlak diperlukan
landasan interpretasi agar tidak terjadi penafsiran yang tanpa dasar. Ada
beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan dalam menafsirkan suatu
fakta di antaranya karena adanya beberapa perbedaan seperti ideologi,
kepentingan, tujuan, penulisan dan sudut pandang.
d.
Historiografi
Merupakan langkah terakhir yaitu proses
penulisan dan penyusunan kisah masa lampau yang direkrontruksi berdasarkan pada
fakta yang telah diberi penafsiran peristiwa sejarah yang dikisahkan. Melalui
historiografi akan sangat di pengaruhi oleh subjektifitas si penulis dalam
merekontruksinya.
Dalam penulisan sejarah perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasanya sehingga orang tertarik untuk membacanya. Dengan demikian penulisan sejarah mempunyai unsur yang sama dengan penulisan sastra yaitu sama-sama menyajikan suatu kisah.
Dalam penulisan sejarah perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasanya sehingga orang tertarik untuk membacanya. Dengan demikian penulisan sejarah mempunyai unsur yang sama dengan penulisan sastra yaitu sama-sama menyajikan suatu kisah.
e.
Sumber-Sumber
Sejarah
Dalam penelitian sejarah, langkah
pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan berbagai sumber. Sumber
sejarah terbagai menjadi 3 yaitu.
Ø Sumber
tertulis (dokumen) yang meliputi catatan-catatan penting peristiwa masa lalu,
seperti kronik, babad, naskah, arsip, dll.
Ø Sumber
benda (artefak) yang meliputi benda-benda peninggalan peristiwa masa lalu,
seperti fosil, prasasti, candi, patung, stupa, nisan, dll.
Ø Sumber
lisan yang diperoleh dari narasumber pelaku sejarah atau garis keturunan pelaku
sejarah.
f.
Ilmu-ilmu
yang membantu penulisan sejarah
Sumber sejarah adalah sesuatu hal yang
sangat penting dalam merekontruksi peristiwa sejarah. Sumber sejarah merupakan
segala jejak yang ditinggalkan dan tentunya memiliki nilai informasi berharga
terkait dengan objek yang direkonstruksi. Karena sejarawan dihadapkan dengan
ragam jejak masa lalu, maka sulit baginya untuk mengkaji sumber-sumber itu bila
hanya mengandalkan ilmu sejarahnya. Keterbatasan sejarawan menjangkau semua
sumber-sumber itu membuatnya harus mencari alternatif lain yang dapat
memudahkan pekerjaan rekonstruksinya. Oleh karena itu, pada tahap inilah
sejarah butuh ilmu lain sebagai ilmu bantu. Penggunaan ilmu-ilmu bantu ini
tergantung pada pokok-pokok atau periode sejarah yang dipelajari. Adapun
ilmu-ilmu bantu yang merupakan pendukung sejarah itu dalam Bahasa Inggris
disebut auxiliary sciences.
Berikut ini ilmu-ilmu yang membantu penulisan sejarah.
·
Paleontologi
Ilmu yang mengkaji bentuk-bentuk
kehidupan purba yang pernah hadir di muka bumi terutama fosil.
Kata fosil berasal dari bahasa Yunani fissilis yang artinya sesuatu yang digali dan dikeluarkan dari
dalam tanah. Jadi fosil adalah sisa-sisa binatang dan tumbuhan yang terpendam
di dalam tanah selama ratusan juta tahun dan tetap terpelihara bentuknya.
·
Arkeologi
Arkeologi adalah kajian ilmiah
mengenai hasil budaya prasejarah dan sejarah melalui penggalian (ekskavasi).
Beberapa kelompok benda-benda arkeologi adalah sebagai berikut.
ü Semua
benda buatan manusia dengan tujuan untuk kepentingan manusia. Umumnya benda ini
mudah untuk dipindah-pindah seperti manik-manik, kapak batu dan lain-lain.
ü Bangunan
tempat pemukiman yang sulit dipindahkan.
ü Ekofak
yaitu objek alamiah yang ikut tertimbun bersama-sama artefak dan bangunan
seperti sisa makanan kulit kerang.
Ilmu sejarah sangat terbantu dengan
arkeologi karena kajian ini sangat membantu dalam memberikan informasi tentang
di mana dan bagaimana kebudayaan atau suatu peradaban yang tinggi bisa tumbuh,
berkembang dan akhirnya runtuh. Di Amerika Serikat ilmu arkeologi merupakan
cabang antropologi sedang di Eropa arkeologi termasuk dari ilmu sejarah.
·
Paleoantropologi
Paleoantropologi mempunyai kajian
berbeda dengan paleontologi. Objek kajian paleoantropologi adalah mempelajari
fosil manusia purba. Ilmu ini berusaha mengkaji, merekonstruksi asal usul
manusia, evolusinya, persebarannya, lingkungannya, cara hidup dan budayanya.
Fosil-fosil manusia ditemukan pada kala pleistosen.
Di Indonesia kajian manusia purba telah
banyak dilakukan oleh sarjana Eropa sejak akhir abad 19. Eugene Dubois
menemukan tulang rahang di daerah Trinil tepi Bengawan Solo. Setelah
direkonstruksi fosil itu diberi nama Pithecantropus
Erectus yang artinya manusia kera berdiri tegak. GHR. Von
Koeningswald yang berhasil merekonstruksi fosil Homo Soloensis (Manusia Solo), Pithecantropus Mojokertensis (Manusia kera dari Mojokerto)
dan Meganthropus Paleojavanicus (Manusia
besar Jawa purba).
·
Epigrafi
Epigrafi hampir mirip dengan Paleografi. Epigrafi lebih
fokus ke objek tempat menulis. Epigrafi adalah pengetahuan tentang cara
membaca, menentukan waktu dan menganalisis tulisan atau inskripsi pada
benda-benda yang bertahan lama seperti batu, logam atau gading. Secara
sederhana Epigrafi adalah ilmu membaca prasasti.
·
Etnografi
Etnografi adalah cabang dari antropologi
yang menggambarkan tentang kebudayaan suatu masyarakat atau kelompok suku
bangsa. Kajian etnografi diawali dengan keheranan orang-orang Eropa terhadap
bangsa-bangsa luar Eropa yang mempunyai kebudayaan yang berbeda dengan mereka
pada sekitar abad ke-16 M. Etnografi sangat membantu penulisan sejarah suatu etnis
yang disebut etnohistory.
g.
Bentuk-bentuk
penelitian sejarah
Ø Penelitian Lapangan
Dalam
melakukan penelitian lapangan seorang sejarawan datang ke tempat terjadinya
peristiwa bersejarah atau tempat ditemukannya peninggalan-peninggalan
bersejarah. Tempat ditemukannya benda-benda bersejarah disebut situs.
Apabila
benda-benda bersejarah tersebut masih terpendam di dalam tanah, maka peneliti
sejarah harus melakukan penggalian (ekskavasi).
Jika seorang peneliti harus mendapatkan keterangan langsung dari pelaku atau
saksi sejarah yang masih hidup sebagai sumber lisan, maka peneliti sejarah bisa
melakukan metode wawancara (interview).
Setelah
artefak berhasil diangkat dari dalam tanah, peneliti sejarah kemudian melakukan
pendataan lalu identifikasi dan deskripsi terhadap penemuan-penemuannya
tersebut. Jika dirasa perlu maka benda-benda penemuan itu akan dibawa ke
laboratorium untuk dilakukan penelitian yang lebih cermat.
Ø Penelitian
Kepustakaan
Penelitian
kepustakaan disebut juga penelitian dokumenter. Dalam melakukan penelitian
kepustakaan seorang peneliti sejarah memfokuskan perhatiannya untuk memperoleh
data-data tertulis (dokumen) yang disimpan di museum atau perpustakaan seperti
kronik (berita), kitab-kitab kuno, arsip-arsip, surat kabar dari zaman awal
kemerdekaan, autobiografi, naskah pidato, rekaman video, dan sebagainya.
Untuk
mendapatkan informasi yang benar dari sumber-sumber sejarah yang ada, maka
seorang peneliti dapat melakukan studi komparatif, yaitu membandingkan sumber
yang satu dengan sumber lain tentang suatu hal.
Belajar
dari Sejarah
Sejarah adalah topik ilmu pengetahuan
yang sangat menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat
penting, terutama mengenai keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita,
sistem perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal
penting lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah. Dari sejarah, kita
dapat mempelajari apa saja yang memengaruhi kemajuan dan kejatuhan sebuah
negara atau sebuah peradaban. Kita juga dapat mempelajari latar belakang alasan
kegiatan politik, pengaruh dari filsafat sosial, serta sudut pandang budaya dan
teknologi yang bermacam-macam sepanjang zaman.
Kesimpulan
Kata
sejarah secara harfiah berasal dari kata Arab
(شجرة: šyajaratun) yang artinya pohon. Sebuah pohon pasti memiliki
cabang-cabang yang saling berhubungan. Dari hubungan-hubungan tersebut kita
dpat menelusuri dari mana cabang-cabang itu
berasal (daun, ranting, cabang, batang, hingga akar). Cabang-cabang yang
saling berhubung tersebut kemudian mengilhami pembuatan silsilah atau kronologi
untuk memudahkan penelusuran sebuah peristiwa. Dengan demikian, melalui
sejarah, seseorang dapat menulusuri dan mengetahui kronologi dan detail suatu
peristiwa masa lalu dari berbagai bukti yang ada di masa kini.
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari
segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam
kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan
suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting. Peristiwa yang abadi merupakan peristiwa
sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa dan peristiwa yang
unik merupakan peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah
terulang persis sama untuk kedua kalinya sedangkan peristiwa yang penting
merupakan peristiwa sejarah mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang
banyak.
Ilmu Sejarah dari berbagai sudut pandang antara lain
sejarah sebagai peristiwa, sebagai kisah, sebagai ilmu dan seni. Sejarah
sebagai peristiwa diartikan sebagai peristiwa masa lampau
manusia yang terjadi hanya satu kali saja. Sejarah sebagai kisah merupakan hasil
karya, cipta, dan penelitian dari berbagai ahli yang kemudian menulisnya. Sejarah
dikatakan sebagai ilmu karena merupakan pengetahuan masa lampau yang disusun
secara sistematis dengan metode kajian secara ilmiah untuk mendapatkan
kebenaran mengenai peristiwa masa lampau. Sejarah sebagai seni maksudnya penulisan
kisah sejarah harus menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, menarik, dan
isinya yang mudah dimengerti.
Fungsi Ilmu sejarah antara lain sebagai
pelajaran, inspirasi, dan memberikan kesadaran waktu. Sejarah sebagai pelajaran
maksudnya dengan mempelajari sejarah, seseorang atau suatu bangsa akan
bercermin dan menilai peristiwa-peristiwa masa lampau yang merupakan
keberhasilan/prestasi dan peristiwa-peristiwa masa lampau yang merupakan kegagalan.
Sejarah sebagai inspirasi yang berarti memberikan inspirasi atau semangat
kepada generasi sekarang yang berkaitan dengan pelajaran Sejarah tentang
semangat nasionalisme dan patriotisme. Sejarah memberikan kesadaran waktu
maksudnya dengan memiliki kesadaran sejarah yang baik, seseorang akan senantiasa
berupaya mengukir sejarah kehidupannya sebaik-baiknya.
Karakteristik dari Ilmu Sejarah antara lain Sejarah
terkait dengan peristiwa masa lampau sehingga materi pokok pembelajaran sejarah
adalah produk masa kini dalam bentuk rekontruksi peristiwa peristiwa masa
lampau berdasarkan sumber-sumber yang ada dan bersifat kronologi. Maksudnya dalam
mengorganisasikan materi pembelajaran Sejarah harus berdasarkan urutan waktu
kejadian.
Dalam Ilmu Sejarah terdapat klasifikasi
untuk memilah informasi dalam peristiwa sejarah antara lain berdasarkan kurun
waktu (kronologis), wilayah (geografis), negara (nasional), suku bangsa
(etnis), dan topik atau pokok bahasan (topikal).
Metode penelitian sejarah terdiri dari heuristik yang berarti langkah-langkah
untuk mencari dan mengumpulkan berbagai sumber sejarah yang relevan dengan
judul penelitian, verifikasi yang
artinya menyeleksi atau menguji kebenaran dari sumber-sumber tesebut yang
meliputi aspek ekstern maupun intern, interpretasi
yaitu penafsiran terhadap fakta-fakta sejarah, dan historiografi yaitu proses penulisan dan penyusunan kisah masa
lampau yang direkrontruksi berdasarkan pada fakta yang telah diberi penafsiran
peristiwa sejarah yang dikisahkan.
Dalam penelitian sejarah, langkah
pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan berbagai sumber. Sumber
sejarah terbagai menjadi 3 yaitu sumber tertulis (dokumen), sumber benda
(artefak), dan sumber lisan.
Ilmu bantu sejarah sangat diperlukan
oleh para sejarawan untuk digunakan sesuai dengan topik atau periode yang
dikaji serta merupakan alat yang membantu melakukan analisis secara kritis dan
ilmiah. Selain itu berguna pula untuk mengembangkan Ilmu Sejarah itu sendiri. Ilmu
bantu sejarah yang membantu dalam mengkaji sumber-sumber sejarah yaitu
Paleantropologi, Arkeologi, Paleontologi, Etnografi, dan Epigrafi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar