Rabu, 07 Januari 2015

Konsep-Konsep Dasar Sejarah

Pendahuluan
Sejarah (bahasa Yunani: ἱστορία, historia, yang berarti "penyelidikan dan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian") adalah studi tentang peristiwa masa lalu, khususnya bagaimana kaitannya dengan kehidupan manusia. Dalam arti sempit, sejarah adalah segala sesuatu yang terjadi di masa lampau. Sebagai sebuah ilmu, sejarah adalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis tentang berbagai kejadian atau peristiwa pada masa lampau dalam kehidupan manusia yang dipelajari melalui berbagai sumber dan bukti, baik berupa tulisan maupun benda-benda atau monumen-monumen. Singkatnya, sejarah adalah segala sesuatu yang telah dialami oleh manusia pada masa lalu, yang dapat dipelajari melalui bikti-bukti tertulis maupun tidak tertulis. Para sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah atau sejarawan. Peristiwa yang terjadi sebelum catatan tertulis disebut prasejarah.
Sejarah juga dapat mengacu pada bidang akademis yang menggunakan narasi untuk memeriksa dan menganalisis urutan peristiwa masa lalu, dan secara objektif menentukan pola sebab dan akibat yang menentukan mereka. Ahli sejarah terkadang memperdebatkan sifat sejarah dan kegunaannya dengan membahas studi tentang ilmu sejarah sebagai tujuan itu sendiri dan sebagai cara untuk memberikan "pandangan" pada permasalahan masa kini.
Cerita umum untuk suatu budaya tertentu, tetapi tidak didukung oleh pihak luar biasanya diklasifikasikan sebagai warisan budaya atau legenda, karena mereka tidak mendukung "penyelidikan tertarik" yang diperlukan dari disiplin sejarah. Herodotus, abad ke-5 SM ahli sejarah Yunani dalam masyarakat Barat dianggap sebagai "bapak sejarah", dan, bersama dengan kontemporer Thucydides, membantu membentuk dasar bagi studi modern sejarah manusia. Kiprah mereka terus dibaca hari ini dan kesenjangan antara budaya Herodotus dan Thucydides militer yang berfokus tetap menjadi titik pertikaian atau pendekatan dalam penulisan sejarah modern.
Pengaruh kuno telah membantu penafsiran varian bibit sifat sejarah yang telah berkembang selama berabad-abad dan terus berubah hari ini. Studi modern sejarah mulai meluas, dan termasuk studi tentang daerah tertentu dan studi topikal tertentu atau unsur tematik dalam penyelidikan sejarah. Seringkali sejarah diajarkan sebagai bagian dari pendidikan dasar dan menengah, dan studi akademis sejarah adalah ilmu utama dalam penelitian di Universitas.
Etimologi
Kata sejarah secara harfiah berasal dari kata Arab (شجرة: šyajaratun) yang artinya pohon. Sebuah pohon pasti memiliki cabang-cabang yang saling berhubungan. Dari hubungan-hubungan tersebut kita dpat menelusuri dari mana cabang-cabang itu  berasal (daun, ranting, cabang, batang, hingga akar). Cabang-cabang yang saling berhubung tersebut kemudian mengilhami pembuatan silsilah atau kronologi untuk memudahkan penelusuran sebuah peristiwa. Dengan demikian, melalui sejarah, seseorang dapat menulusuri dan mengetahui kronologi dan detail suatu peristiwa masa lalu dari berbagai bukti yang ada di masa kini.
Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi. Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal, dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli
·         Mohammad Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.
·         Roeslan Abdulgani
Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.
·         Ibnu Khaldun
Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/ sifat masyarakat itu.
·         H.W. Walsh
Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.
·         Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting. Peristiwa yang abadi merupakan peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa dan peristiwa yang unik merupakan peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya sedangkan peristiwa yang penting merupakan peristiwa sejarah mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.
Sejarah dari berbagai Sudut Pandang
1.    Sejarah sebagai peristiwa
Sejarah sebagai peristiwa diartikan sebagai peristiwa masa lampau manusia yang benar-benar terjadi, sehingga hanya terjadi satu kali saja, yaitu pada saat kejadiannya sedang berlangsung, sehingga tidak mungkin terjadi lagi pada masa-masa selanjutnya. Kejadian masa lampau tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengetahui dan merekonstruksi kehidupan pada masa tersebut. Dari peristiwa-peristiwa itu, dapat diketahui sebab akibat terjadinya suatu peristiwa. Tanpa memandang besar kecilnya suatu peristiwa atau kejadian-kejadian dalam ruang lingkup kehidupan manusia, ilmu sejarah berusaha menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan manusia sejak dahulu sampai sekarang, bahkan prediksi kejadian yang akan datang.
  Ciri utama dari sejarah sebagai peristiwa adalah sebagai berikut.
·         Abadi
Sebuah peristiwa yang sudah terjadi dan tidak akan berubah ataupun diubah. Oleh karena itulah maka peristiwa tersebut atas tetap dikenang sepanjang masa.
·         Unik
Peristiwa itu hanya terjadi satu kali. Peristiwa tersebut tidak dapat diulang jika ingin diulang tidak akan sama.


·         Penting
Peristiwa yang terjadi mempunyai banyak arti bagi seseorang bahkan dapat pula menentukan kehidupan orang banyak.
Tidak semua peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah. Sebuah kenyataan sejarah dapat diketahui melalui bukti-bukti sejarah yang dapat menjadi saksi terhadap peristiwa yang telah terjadi. Agar sebuah peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah maka harus memenuhi persyaratan berikut ini.
Ø  Peristiwa tersebut berhubungan dengan kehidupan manusia baik sebagai individu maupun kelompok.
Ø  Memperhatikan dimensi ruang dan waktu (kapan dan dimana).
Ø  Peristiwa tersebut dapat dikaitkan dengan peristiwa yang lain.
Ø  Adanya hubungan sebab-akibat dari peristiwa tersebut baik karena faktor dari dalam maupun dari luar peristiwa tersebut.
Ø  Peristiwa sejarah yang terjadi merupakan sebuah perubahan dalam kehidupan dari berbagai aspek kehidupan seperti politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

2.    Sejarah sebagai kisah
Membicarakan sejarah sebagai kisah tidak lepas dari peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lampau. Sejarah sebagai kisah adalah hasil karya, cipta, dan penelitian berbagai ahli yang kemudian menulisnya. Penulisan yang dapat dipertanggungjawabkan harus melalui penafsiran yang mendekati kebenaran peristiwa yang terjadi. Sementara itu, untuk merekonstruksi kisah sejarah harus mengikuti metode analisis serta pendekatan tertentu. Dengan kata lain, sejarah sebagai kisah adalah kejadian masa lalu yang diungkapkan kembali berdasarkan penafsiran dan interpretasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penyusunan sejarah sebagai kisah, para sejarawan menggunakan dasar jejak-jejak yang ditinggalkan oleh sejarah sebagai peristiwa. Jejak-jejak sejarah yang berisi kehidupan rangkaian peristiwa atau kejadian dalam lingkup kehidupan manusia menjadi sumber penting dalam penulisan kisah sejarah.
  Faktor yang harus diperhatikan dan mempengaruhi dalam melihat sejarah sebagai kisah, adalah sebagai berikut
ü  Kepentingan yang diperjuankan
Faktor kepentingan dapat terlihat dalam cara seseorang menuliskan dan menceritakan kisah/peristiwa sejarah. Kepentingan tersebut dapat berupa kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok.
ü  Perbendaharaan Pengetahuan
Pengetahuan dan latar belakang kemampuan ilmu yang dimiliki penulis sejarah juga mempengaruhi kisah sejarah yang disampaikan. Hal tersebut dapat terlihat dari kelengkapan kisah yang akan disampaikan, gaya penyampaian, dan interpretasinya atas peristiwa sejarah yang akan dikisahkan.
ü  Kemampuan Bahasa
Pengaruh kemampuan bahasa seorang penutur/pencerita sejarah sebagai kisah terlihat dari hasil rekonstruksi penuturan kisah sejarah. Hal ini akan sangat bergantung pada kemampuan bahasa si penutur kisah sejarah.
3.    Sejarah sebagai ilmu dan seni
Sejarah dikatakan sebagai ilmu karena merupakan pengetahuan masa lampau yang disusun secara sistematis dengan metode kajian secara ilmiah untuk mendapatkan kebenaran mengenai peristiwa masa lampau. Sejarah sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
v  Empiris: Diperoleh melalui penemuan dan pengamatan yang dilakukan berdasarkan fakta-fakta sejarah yang ada.
v  Mempunyai 2 objek, yaitu objek material dan formal. Objek material meliputi manusia dan objek formal meliputi aktivitas manusia yang pernah terjadi dalam suatu rentang waktu di masa lampau.
v  Memiliki teori yang meliputi kaidah-kaidah pokok sebagai suatu ilmu, seperti teori kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia, teori masuknya agama hindu-buddha dan islam di Indonesia, dan lain-lain.
v  Metode: Sejarah mempunyai metode tersendiri dalam penelitiannya maupun penulisanya yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Sejarah sebagai seni maksudnya menulis sebuah kisah peristiwa sejarah tidaklah mudah, karena memerlukan imajinasi dan seni. Selain itu, penulisan kisah sejarah harus menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, menarik, dan isinya mudah dimengerti. Dengan demikian, diperlukan seni dalam penulisan sejarah sehingga tercipta suatu peristiwa sejarah yang dapat dipelajari secara urut, lengkap, menarik, dan tidak membosankan. Oleh karena itu, seorang sejarawan harus bersedia menjadi ahli seni untuk menghidupkan kembali kisah kehidupan di masa lalu, masa sekarang, dan yang akan datang. Dengan demikian selain elemen ilmiah sejarah juga mengandung elemen seni.
Fungsi Ilmu Sejarah
·         Sejarah Sebagai Pelajaran
Sejarah memberikan pelajaran, seringkali kita mendengar ucapan” belajarlah dari sejarah”. Dengan mempelajari sejarah seseorang atau suatu bangsa, akan bercermin dan menilai peristiwa-peristiwa masa lampau yang merupakan keberhasilan/prestasi dan peristiwa-peristiwa masa lampau yang merupakan kegagalan. Peristiwa-peristiwa sejarah pada masa lampau, baik yang positif maupun negatif dijadikan hikmah. Untuk nilai-nilai positif yakni keberhasilan-keberhasilan kita pertahankan dan kita tingkatkan, sebaliknya untuk nilai-nilai negatif, kesalahan-kesalahan masa silam tidak terulang lagi. Dengan ini jelas bahwa sejarah memberikan pelajaran yang dapat memberikan kearifan dan kebijaksanaan bagi yang mempelajarinya.
·         Sejarah Sebagai Inspirasi
Inspirasi berarti memberikan ilham atau semangat yang berkaitan dengan pelajaran sejarah tentang semangat nasionalisme dan patriotisme. Dapat juga dikatakan sejarah berfungsi untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, cinta bangsa dan tanah air. Fungsi sejarah ini sangat disadari terutama dalam hal yang disebut nation building misalnya ingin melestarikan nilai-nilai perjuangan 1945 seperti persatuan dan kesatuan, rela berkorban, berjuang tanpa pamrih, semangat gotong royong dan sebagainya. Dengan demikian, belajar sejarah akan memperkukuh rasa kebangsaan, cinta bangsa, dan tanah air.
·         Sejarah Memberikan Kesadaran Waktu
Kesadaran waktu yang dimaksud adalah kehidupan dengan segala perubahan, pertumbuhan, dan perkembangannya terus berjalan melewati waktu. Kesadaran itu dikenal juga sebagai kesadaran akan adanya gerak sejarah. Kesadaran tersebut memandang peristiwa-peristiwa sejarah sebagai sesuatu yang terus bergerak dari masa silam bermuara ke masa kini dan berlanjut ke masa depan.
Waktu terus berjalan pada saat seorang atau suatu bangsa mulai menjadi tua dan digantikan oleh generasi berikutnya. Bahkan waktu terus berjalan pada saat seseorang atau suatu bangsa hanya bersenang-senang dan bermalas-malasan, atau sebaliknya, seseorang atau suatu bangsa sedang membuat karya-karya besar. Dengan memiliki kesadaran sejarah yang baik, seseorang akan senantiasa berupaya mengukir sejarah kehidupannya sebaik-baiknya.
Karakteristik Sejarah
Unsur terpenting dari sejarah adalah kejadian masa lalu, maka yang menjadi konsep dasar sejarah adalah waktu (time), ruang (space), kegiatan manusia (human activities), perubahan (change) dan kesinambungan (continuity). Adapun karakteristik dari ilmu sejarah diantaranya adalah:
a.    Sejarah terkait dengan peristiwa masa lampau sehingga materi pokok pembelajaran sejarah adalah produk masa kini dalam bentuk rekontruksi peristiwa peristiwa masa lampau berdasarkan sumber-sumber yang ada.
b.    Bersifat kronologi. Maksudnya dalam mengorganisasikan materi pembelajaran harus berdasarkan urutan waktu kejadian.
Dalam sejarah terdapat 3 unsur pokok, yaitu manusia, ruang dan waktu. Oleh karena itu, sejarah erat hubungannya dengan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan what (apa), who (siapa), when (kapan), where (dimana), why (mengapa), dan how (bagaimana). Roeslan Abdul Ghani mengatakan bahwa ilmu sejarah ibarat penglihatan terhadap tiga dimensi, yaitu pertama penglihatan ke masa silam, kedua ke masa sekarang dan ketiga ke masa depan (to study history is to study the past to built the better future).
Perspektif waktu dalam sejarah adalah waktu lampau yang terus berkesinambungan, dimana waktu dilihat sebagai sebuah garis linier (lurus) . dengan demikian sejarah di lihat sebagai sebuah sebuah proses yang terus berjalan dari masa lampau - masa kini - masa yang akan datang. Sejarah merupakan prinsip sebab akibat antara fakta yang satu dengan yang lainnya, antara peristiwa yang satu dengan lainnya merupakan sebuah rangkaian yang tidak terpisah-pisah, peristiwa sejarah yang satu di akibatkan atau disebabkan oleh peristiwa sejarah yang lain.
Hubungan Sejarah dengan Ilmu Sosial Lainnya
Hubungan Sejarah dengan Ilmu Politik
Ilmu politik dalam perkembangannya sangat dibantu oleh Sejarah dan Filsafat. Dua kajian ini turut mengembangkan kajian ilmu politik baik dari segi pencarian konsepsi fundamental maupun penelusuran titik-titik penemuan data dan fakta dan masa-masa sebelumnya. Dalam buku pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah Sartono menuliskan “Politik adalah sejarah masa kini dan sejarah adalah politik masa lampau. Sejarah identik dengan politik, sejauh keduanya menunjukkan proses yang mencakup keterlibatan para aktor dalam interaksi dan peranannya dalam usaha memperoleh apa, kapan dan bagaimana.”
Hubungan Sejarah dengan Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi dan Sejarah itu sama-sama termasuk kedalam ilmu sosial, yaitu ilmu yang membahas interaksi manusia dan lingkungannya. itulah kenapa di SMP, pelajaran ekonomi dan sejarah itu digabung. karena berasal dari rumpun ilmu yang sama, terkadang materinya pun berkaitan bahkan terkadang tumpang-tindih. Misalnya, pada materi perdagangan internasional, di sejarah juga  ada. di sejarah disebutkan bahwa bangsa eropa pergi ke indonesia utk mencari rempah-rempah. Dengan belajar dari masa lalu (sejarah) kita juga dapat belajar supaya perekonomian dapat lebih baik.
Banyak kebijakan pemerintah kolonial di masa lalu yang dilandasi oleh kepentingan ekonomi. Misalnya, untuk memahami sejarah perdagangan rempah-rempah di Nusantara pada abad ke XVI sampai abad XVIII ,maka tidak dapat dipisahkan dari peran kongsi dagang Hindia Belanda Timur yakni VOC  ( Verenigde Oost Indische Compagnie).

Hubungan Sejarah dengan Ilmu Antropologi
Antropologi sebagai salah satu dari ilmu sosial memiliki kaitan dan sumbangan kepada ilmu sejarah begitu juga sebaliknya. Dalam penulisan sejarah, sejarawan tidak jarang menggunakan teori dan konsep ilmu sosial lain, termasuk antropologi. Sejarawan banyak meminjam konsep antropologi diantaranya ialah, simbol, sistem kepercayaan, folklore, tradisi besar, tradisi kecil, enkulturasi, inkulturasi, primitif, dan agraris. Sementara itu, sumbangan Ilmu sejarah terhadap antropologi adalah, sejarah sebagai kritik, permasalahan sejarah, dan pendekatan sejarah.
Titik temu antara Antropologi budaya dan sejarah sangatlah jelas. Keduanya mempelajari tentang manusia. Bila sejarah menggambarkan kehidupan manusia dan masyarakat pada masa lampau, maka gambaran itu juga mencakup unsur-unsur kebudayaannya. Unsur-unsur itu antara lain, kepercayaan, mata pencaharian, dan teknologi. Hasil rekonstruksi yang memadukan antara sejarah dan antropologi menghasilkan karya sejarah kebudayaan.

Hubungan Sejarah Dengan Ilmu Sosiologi
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat dan aspek-aspek dinamis yang ada didalamnya, secara tidak langsung kita dapat menemukan bahwa objek kajian antara sosiologi dan sejarah tidak jauh berbeda, namun sejarah membatasinya dengan konsep ruang dan waktu. Sebagai sesama ilmu sosial yang kajiannya tidak jauh berbeda maka tidak sulit kita menemukan hubungan-hubungan keilmuan antara sejarah dan sosiologi Pada beberapa dasawarsa terakhir ini banyak sekali hasil-hasil penelitian sosiologi berupa studi sosiologis yang memfokuskan studinya pada gejala-gejala sosial yang terjadi dimasa lampau (Supardan, 2008:325). Dengan memasukkan konsep ruang tadi maka dapat kita lihat bahwa kajian tersebut jelas menggunakan beberapa konsep dari sejarah untuk menjelaskan studi tersebut.
Sejarawan juga terkadang melakukan pendekatan sosilogis dalam melakukan penlitian, bahkan biasanya dikatakan mulai terdapat kecendrungan penulisan sejarah, dari yang bersifat konvensional dan naratif kepada penulisan sejarah dengan kompleksitas tinggi, dimana sejarah dan ilmu-ilmu sosial lainnya saling berketergantungan dalam melakukan sebuah pembahasan masalah.
Klasifikasi
Karena lingkup sejarah sangat besar, perlu klasifikasi yang baik untuk memudahkan penelitian. Bila beberapa penulis seperti H.G. Wells, Will Durant, dan Ariel Durant menulis sejarah dalam lingkup umum, kebanyakan sejarawan memiliki keahlian dan spesialisasi masing-masing.
Ada banyak cara untuk memilah informasi dalam sejarah, antara lain:
  • Berdasarkan kurun waktu (kronologis).
  • Berdasarkan wilayah (geografis).
  • Berdasarkan negara (nasional).
  • Berdasarkan kelompok suku bangsa (etnis).
  • Berdasarkan topik atau pokok bahasan (topikal).
Dalam pemilahan tersebut, harus diperhatikan bagaimana cara penulisannya seperti melihat batasan-batasan temporal dan spasial tema itu sendiri. Jika hal tersebut tidak dijelaskan, maka sejarawan mungkin akan terjebak ke dalam falsafah ilmu lain.
Dasar-Dasar Penulisan Sejarah
1.    Metode Penelitian dan Penulisan Sejarah

a.    Heuristik
Kata Heuristik berasal dari bahasa yunani, yaitu heursken (menemukan). Dalam penelitian sejarah, heuristik berarti langkah-langkah untuk mencari dan mengumpulkan berbagai sumber sejarah. Untuk mendapatkan sumber tersebut dapat dilakukan dengan cara mencari dokumen-dokumen sejarah, mengunjungi situs sejarah, mengujungi museum dan perpustakaan, dan mewawancarai para  pelaku atau saksi sejarah.
b.    Verifikasi
Berbagai sumber sejarah yang telah dikumpulkan belum tentu semuanya dapat diterima, langkah berikutnya adalah menyeleksi atau menguji kebenaran dari sumber-sumber tesebut, langkah itu dinamakan verifikasi. Verifikasi terbagi atas verifikasi intern dan ekstern. Verifikasi ekstern adalah verifikasi terhadap keaslian sumber sejarah diantaranya dapat dilakukan dengan berdasarkan kepada tipologi (menentukan usia berdasarkan tipe dari benda budaya), stratifikasi (menentukan umur relatif suatu benda berdasarkan pada lapisan tanah dimana benda budaya tersebut ditemukan ), dan kimiawi (menentukan ketuaan benda berdasarkan pada unsur kimia yang terkandung). 
Verifikasi intern adalah langkah penyeleksian terhadap isi (materi) dari sumber sejarah (seperti isi prasasti, isi naskah/ dokumen, dll) atau langkah terhadap validitas isi (materi) sumber sejarah. Misalnya sebuah kitab kuno baru dapat di percaya kebenarannya apabila ada keterangan dari beberapa prasasti, atau catatan sejarah yang mendukungnya. Sumber sejarah yang telah terseleksi melalui verifikasi itulah disebut dengan fakta.
c.    Interpretasi
Berbagai fakta sejarah yang telah didapatkan kemudian dirangkai sehingga mempunyai bentuk dan struktur untuk direkrontruksi. Dalam proses inilah di perlukan interpretasi, yaitu penafsiran terhadap fakta-fakta sejarah. Dalam menafsirkan suatu fakta mutlak diperlukan landasan interpretasi agar tidak terjadi penafsiran yang tanpa dasar. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan dalam menafsirkan suatu fakta di antaranya karena adanya beberapa perbedaan seperti ideologi, kepentingan, tujuan, penulisan dan sudut pandang.
d.    Historiografi
Merupakan langkah terakhir yaitu proses penulisan dan penyusunan kisah masa lampau yang direkrontruksi berdasarkan pada fakta yang telah diberi penafsiran peristiwa sejarah yang dikisahkan. Melalui historiografi akan sangat di pengaruhi oleh subjektifitas si penulis dalam merekontruksinya.
Dalam penulisan sejarah perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasanya sehingga orang tertarik untuk membacanya. Dengan demikian penulisan sejarah mempunyai unsur yang sama dengan penulisan sastra yaitu sama-sama menyajikan suatu kisah.
e.    Sumber-Sumber Sejarah
Dalam penelitian sejarah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan berbagai sumber. Sumber sejarah terbagai menjadi 3 yaitu.
Ø  Sumber tertulis (dokumen) yang meliputi catatan-catatan penting peristiwa masa lalu, seperti kronik, babad, naskah, arsip, dll.
Ø  Sumber benda (artefak) yang meliputi benda-benda peninggalan peristiwa masa lalu, seperti fosil, prasasti, candi, patung, stupa, nisan, dll.
Ø  Sumber lisan yang diperoleh dari narasumber pelaku sejarah atau garis keturunan pelaku sejarah.

f.     Ilmu-ilmu yang membantu penulisan sejarah
Sumber sejarah adalah sesuatu hal yang sangat penting dalam merekontruksi peristiwa sejarah. Sumber sejarah merupakan segala jejak yang ditinggalkan dan tentunya memiliki nilai informasi berharga terkait dengan objek yang direkonstruksi. Karena sejarawan dihadapkan dengan ragam jejak masa lalu, maka sulit baginya untuk mengkaji sumber-sumber itu bila hanya mengandalkan ilmu sejarahnya. Keterbatasan sejarawan menjangkau semua sumber-sumber itu membuatnya harus mencari alternatif lain yang dapat memudahkan pekerjaan rekonstruksinya. Oleh karena itu, pada tahap inilah sejarah butuh ilmu lain sebagai ilmu bantu. Penggunaan ilmu-ilmu bantu ini tergantung pada pokok-pokok atau periode sejarah yang dipelajari. Adapun ilmu-ilmu bantu yang merupakan pendukung sejarah itu dalam Bahasa Inggris disebut auxiliary sciences.
Berikut ini ilmu-ilmu yang membantu penulisan sejarah.
·         Paleontologi
Ilmu yang mengkaji bentuk-bentuk kehidupan purba yang pernah hadir di muka bumi terutama fosil. Kata fosil berasal dari bahasa Yunani fissilis yang artinya sesuatu yang digali dan dikeluarkan dari dalam tanah. Jadi fosil adalah sisa-sisa binatang dan tumbuhan yang terpendam di dalam tanah selama ratusan juta tahun dan tetap terpelihara bentuknya.
·         Arkeologi
Arkeologi adalah kajian ilmiah  mengenai hasil budaya prasejarah dan sejarah melalui penggalian (ekskavasi). Beberapa kelompok benda-benda arkeologi adalah sebagai berikut.
ü  Semua benda buatan manusia dengan tujuan untuk kepentingan manusia. Umumnya benda ini mudah untuk dipindah-pindah seperti manik-manik, kapak batu dan lain-lain.
ü  Bangunan tempat pemukiman yang sulit dipindahkan.
ü  Ekofak yaitu objek alamiah yang ikut tertimbun bersama-sama artefak dan bangunan seperti sisa makanan kulit kerang.
Ilmu sejarah sangat terbantu dengan arkeologi karena kajian ini sangat membantu dalam memberikan informasi tentang di mana dan bagaimana kebudayaan atau suatu peradaban yang tinggi bisa tumbuh, berkembang dan akhirnya runtuh. Di Amerika Serikat ilmu arkeologi merupakan cabang antropologi sedang di Eropa arkeologi termasuk dari ilmu sejarah.
·         Paleoantropologi
Paleoantropologi mempunyai kajian berbeda dengan paleontologi. Objek kajian paleoantropologi adalah mempelajari fosil manusia purba. Ilmu ini berusaha mengkaji, merekonstruksi asal usul manusia, evolusinya, persebarannya, lingkungannya, cara hidup dan budayanya. Fosil-fosil manusia ditemukan pada kala pleistosen.
Di Indonesia kajian manusia purba telah banyak dilakukan oleh sarjana Eropa sejak akhir abad 19. Eugene Dubois menemukan tulang rahang di daerah Trinil tepi Bengawan Solo. Setelah direkonstruksi fosil itu diberi nama Pithecantropus Erectus yang artinya manusia kera berdiri tegak.  GHR. Von Koeningswald yang berhasil merekonstruksi fosil Homo Soloensis (Manusia Solo), Pithecantropus Mojokertensis (Manusia kera dari Mojokerto) dan Meganthropus Paleojavanicus (Manusia besar Jawa purba).
·         Epigrafi
Epigrafi hampir mirip dengan Paleografi. Epigrafi lebih fokus ke objek tempat menulis. Epigrafi adalah pengetahuan tentang cara membaca, menentukan waktu dan menganalisis tulisan atau inskripsi pada benda-benda yang bertahan lama seperti batu, logam atau gading. Secara sederhana Epigrafi adalah ilmu membaca prasasti.
·         Etnografi
Etnografi adalah cabang dari antropologi yang menggambarkan tentang kebudayaan suatu masyarakat atau kelompok suku bangsa. Kajian etnografi diawali dengan keheranan orang-orang Eropa terhadap bangsa-bangsa luar Eropa yang mempunyai kebudayaan yang berbeda dengan mereka pada sekitar abad ke-16 M. Etnografi sangat membantu penulisan sejarah suatu etnis yang disebut etnohistory.
g.    Bentuk-bentuk penelitian sejarah
Ø  Penelitian Lapangan
Dalam melakukan penelitian lapangan seorang sejarawan datang ke tempat terjadinya peristiwa bersejarah atau tempat ditemukannya peninggalan-peninggalan bersejarah. Tempat ditemukannya benda-benda bersejarah disebut situs.
Apabila benda-benda bersejarah tersebut masih terpendam di dalam tanah, maka peneliti sejarah harus melakukan penggalian (ekskavasi). Jika seorang peneliti harus mendapatkan keterangan langsung dari pelaku atau saksi sejarah yang masih hidup sebagai sumber lisan, maka peneliti sejarah bisa melakukan metode wawancara (interview).
Setelah artefak berhasil diangkat dari dalam tanah, peneliti sejarah kemudian melakukan pendataan lalu identifikasi dan deskripsi terhadap penemuan-penemuannya tersebut. Jika dirasa perlu maka benda-benda penemuan itu akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan penelitian yang lebih cermat.
Ø  Penelitian Kepustakaan
Penelitian kepustakaan disebut juga penelitian dokumenter. Dalam melakukan penelitian kepustakaan seorang peneliti sejarah memfokuskan perhatiannya untuk memperoleh data-data tertulis (dokumen) yang disimpan di museum atau perpustakaan seperti kronik (berita), kitab-kitab kuno, arsip-arsip, surat kabar dari zaman awal kemerdekaan, autobiografi, naskah pidato, rekaman video, dan sebagainya.
Untuk mendapatkan informasi yang benar dari sumber-sumber sejarah yang ada, maka seorang peneliti dapat melakukan studi komparatif, yaitu membandingkan sumber yang satu dengan sumber lain tentang suatu hal.
Belajar dari Sejarah
Sejarah adalah topik ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat penting, terutama mengenai keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita, sistem perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah. Dari sejarah, kita dapat mempelajari apa saja yang memengaruhi kemajuan dan kejatuhan sebuah negara atau sebuah peradaban. Kita juga dapat mempelajari latar belakang alasan kegiatan politik, pengaruh dari filsafat sosial, serta sudut pandang budaya dan teknologi yang bermacam-macam sepanjang zaman.
Kesimpulan
Kata sejarah secara harfiah berasal dari kata Arab (شجرة: šyajaratun) yang artinya pohon. Sebuah pohon pasti memiliki cabang-cabang yang saling berhubungan. Dari hubungan-hubungan tersebut kita dpat menelusuri dari mana cabang-cabang itu  berasal (daun, ranting, cabang, batang, hingga akar). Cabang-cabang yang saling berhubung tersebut kemudian mengilhami pembuatan silsilah atau kronologi untuk memudahkan penelusuran sebuah peristiwa. Dengan demikian, melalui sejarah, seseorang dapat menulusuri dan mengetahui kronologi dan detail suatu peristiwa masa lalu dari berbagai bukti yang ada di masa kini.
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting. Peristiwa yang abadi merupakan peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa dan peristiwa yang unik merupakan peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya sedangkan peristiwa yang penting merupakan peristiwa sejarah mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.
Ilmu Sejarah dari berbagai sudut pandang antara lain sejarah sebagai peristiwa, sebagai kisah, sebagai ilmu dan seni. Sejarah sebagai peristiwa diartikan sebagai peristiwa masa lampau manusia yang terjadi hanya satu kali saja. Sejarah sebagai kisah merupakan hasil karya, cipta, dan penelitian dari berbagai ahli yang kemudian menulisnya. Sejarah dikatakan sebagai ilmu karena merupakan pengetahuan masa lampau yang disusun secara sistematis dengan metode kajian secara ilmiah untuk mendapatkan kebenaran mengenai peristiwa masa lampau. Sejarah sebagai seni maksudnya penulisan kisah sejarah harus menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, menarik, dan isinya yang mudah dimengerti.
Fungsi Ilmu sejarah antara lain sebagai pelajaran, inspirasi, dan memberikan kesadaran waktu. Sejarah sebagai pelajaran maksudnya dengan mempelajari sejarah, seseorang atau suatu bangsa akan bercermin dan menilai peristiwa-peristiwa masa lampau yang merupakan keberhasilan/prestasi dan peristiwa-peristiwa masa lampau yang merupakan kegagalan. Sejarah sebagai inspirasi yang berarti memberikan inspirasi atau semangat kepada generasi sekarang yang berkaitan dengan pelajaran Sejarah tentang semangat nasionalisme dan patriotisme. Sejarah memberikan kesadaran waktu maksudnya dengan memiliki kesadaran sejarah yang baik, seseorang akan senantiasa berupaya mengukir sejarah kehidupannya sebaik-baiknya.
Karakteristik dari Ilmu Sejarah antara lain Sejarah terkait dengan peristiwa masa lampau sehingga materi pokok pembelajaran sejarah adalah produk masa kini dalam bentuk rekontruksi peristiwa peristiwa masa lampau berdasarkan sumber-sumber yang ada dan bersifat kronologi. Maksudnya dalam mengorganisasikan materi pembelajaran Sejarah harus berdasarkan urutan waktu kejadian.
Dalam Ilmu Sejarah terdapat klasifikasi untuk memilah informasi dalam peristiwa sejarah antara lain berdasarkan kurun waktu (kronologis), wilayah (geografis), negara (nasional), suku bangsa (etnis), dan topik atau pokok bahasan (topikal).
Metode penelitian sejarah terdiri dari heuristik yang berarti langkah-langkah untuk mencari dan mengumpulkan berbagai sumber sejarah yang relevan dengan judul penelitian, verifikasi yang artinya menyeleksi atau menguji kebenaran dari sumber-sumber tesebut yang meliputi aspek ekstern maupun intern, interpretasi yaitu penafsiran terhadap fakta-fakta sejarah, dan historiografi yaitu proses penulisan dan penyusunan kisah masa lampau yang direkrontruksi berdasarkan pada fakta yang telah diberi penafsiran peristiwa sejarah yang dikisahkan.
Dalam penelitian sejarah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan berbagai sumber. Sumber sejarah terbagai menjadi 3 yaitu sumber tertulis (dokumen), sumber benda (artefak), dan sumber lisan.

Ilmu bantu sejarah sangat diperlukan oleh para sejarawan untuk digunakan sesuai dengan topik atau periode yang dikaji serta merupakan alat yang membantu melakukan analisis secara kritis dan ilmiah. Selain itu berguna pula untuk mengembangkan Ilmu Sejarah itu sendiri. Ilmu bantu sejarah yang membantu dalam mengkaji sumber-sumber sejarah yaitu Paleantropologi, Arkeologi, Paleontologi, Etnografi, dan Epigrafi.